Margorejo, 5 Agustus 2026– Kelompok 99 KKL-PPM Universitas Malahayati menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Aquaponik di Aula Kelurahan Margorejo pada Rabu (5/8). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sistem budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan budidaya tanaman sayuran dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Dr. Mira Aprilika, M.Biomed selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dihadiri oleh Dwi Saptarini, S.IP selaku Lurah Margorejo, serta ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Margorejo. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, Kelompok 99 memperkenalkan konsep aquaponik sebagai solusi budidaya yang hemat lahan, efisien dalam penggunaan air, serta ramah lingkungan. Mengingat masyarakat Kelurahan Margorejo telah memiliki pengalaman dalam membudidayakan ikan dan menanam sayuran secara terpisah, penerapan sistem aquaponik diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang sudah ada sehingga masyarakat dapat memperoleh dua hasil panen sekaligus, yaitu ikan dan sayuran, dalam satu sistem budidaya yang terintegrasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyampaian materi, sesi diskusi, dan tanya jawab dengan antusias. Berbagai pertanyaan mengenai teknik penerapan aquaponik serta manfaat ekonominya menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap inovasi budidaya tersebut. Acara pun berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir.

Ketua Kelompok 99 KKL-PPM Universitas Malahayati, **Leo Adrian**, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian terpadu.

“Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan dan tanaman, dapat memahami serta mulai menerapkan sistem aquaponik sebagai metode budidaya yang hemat lahan, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Margorejo,” ujar Leo Adrian.