Pringsewu-Rio Romadhona, seorang jurnalis yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( PWRI) Kabupaten Pringsewu, merasa prihatin melihat bendera Merah-Putih yang rusak dan lusuh yang masih berkibar di atas tiang.

Inisiatif diambil untuk mengganti bendera tersebut dengan yang baru, yang terpampang di halaman Kantor UPT Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pekon Way Ngison, Kecamatan Pagelaran, di bawah naungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Pringsewu.

Rio menyatakan, “Apa iya kita bisa membiarkan bendera-bendera kita yang sudah rusak berkibar begitu saja? Seharusnya kita memiliki rasa nasionalisme yang memadai untuk menjaga simbol-simbol negara kita.” Dia berkomitmen untuk memantau dan mengganti bendera yang rusak dengan yang baru, di berbagai instansi yang mengibarkannya sebagai lambang cinta terhadap negaranya

Jadi insyaallah saya akan memantau dan melakukan aksi ini, baik kepada instansi ataupun dimana yang mengibarkan bendera sebagai lambang negara kita tercinta, dan saya akan menukar yang rusak pastinya memberikan yang baru,” kata Batin Laksana sapaan akrabnya

Penyerahan simbol Negara di kantor UPT Puskeswan Way Ngison. Diterima oleh Dr, Dwi selaku kordinator UPT itu, didampingi Koptu Firmanyah, selaku Babinsa, Purnomo serta Dede Aparatur Pekon, Juga Suyatin Purnawirawan TNI AD sekaligus Tokoh Masyarakat Pekon tersebut, pada Kamis 18 April 2024

Menurut Rio, masih banyak instansi yang mengabaikan pentingnya mengibarkan bendera Merah-Putih dengan layak. Padahal, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 melarang pengibaran bendera negara yang rusak. Rio menekankan pentingnya menghargai bendera Merah-Putih sebagai simbol perjuangan para pahlawan bangsa.

Dr. Dwi, koordinator Puskeswan Pekon Way Ngison, menyampaikan apresiasi atas tindakan tersebut. Dia menjelaskan bahwa keterbatasan personel dan cuaca ekstrem beberapa waktu lalu menyebabkan keterlambatan dalam penurunan dan penggantian bendera. Namun, dia menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas dengan baik, (*/Gani)