Margorejo, Metro Selatan, Lampung – Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati yang beranggotakan 21 mahasiswa di bawah kepemimpinan Koordinator Desa (Kordes) Awalul Fawaidh bersama Wakil Ketua Wahyu melaksanakan program pendampingan kepada UMKM Tempe Lek Man sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini berfokus pada penyelesaian dua permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha, yaitu persaingan pasar yang semakin ketat serta pengelolaan limbah organik hasil produksi tempe.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemilik UMKM, tim menemukan bahwa pemasaran produk masih didominasi secara konvensional sehingga jangkauan konsumen terbatas. Di sisi lain, limbah organik berupa sisa proses produksi tempe belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati menghadirkan solusi berbasis digital melalui pembuatan Google Maps sebagai identitas lokasi usaha agar UMKM lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon pelanggan dari luar wilayah. Selain itu, mahasiswa juga memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran digital. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM dibekali pengetahuan mengenai cara membuat konten promosi, memperkenalkan produk secara menarik, serta membangun komunikasi dengan konsumen melalui platform digital sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Tidak hanya berfokus pada aspek pemasaran, Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah produksi melalui pembuatan biopori sebagai media pengolahan limbah organik hasil produksi tempe. Biopori tersebut berfungsi sebagai tempat penguraian limbah organik secara alami sehingga sisa produksi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat kembali bermanfaat bagi lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati bersinergi dengan Komunitas Petani RW 03 Margorejo untuk mewujudkan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi ini bertujuan mengurangi pembuangan sampah organik langsung ke lingkungan dengan memanfaatkan limbah hasil produksi tempe melalui biopori. Upaya tersebut diperkirakan mampu mengurangi hingga hampir 90% limbah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan, sekaligus meningkatkan kualitas tanah melalui proses penguraian alami. Sinergi ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Koordinator Desa Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati, Awalul Fawaidh, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan usaha di era digital sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.

“Kami berharap pendampingan ini tidak hanya memberikan solusi bagi UMKM dalam memperluas pasar melalui digitalisasi, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat, termasuk Komunitas Petani RW 03 Margorejo, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan limbah organik yang lebih bermanfaat,” ujar Awalul.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat, diharapkan UMKM Lek Man dapat meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar melalui digitalisasi, serta menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan melalui kerja sama lintas elemen masyarakat.

Susunan Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati :

* Koordinator Desa (Kordes)/Ketua: Awalul Fawaidh
* Wakil Ketua: Wahyu
* Sekretaris 1: Selvia
* Sekretaris 2: Intan
* Bendahara 1: Nisa
* Bendahara 2: Marissa Hani
* Koordinator Acara 1: Syahrudin
* Koordinator Acara 2: Albert
* Koordinator Humas: Alfin
* Divisi Humas: Berta, Aulia
* Koordinator Logistik: Reyhan
* Divisi Logistik: Heni, Dela Melinda
* Konsumsi: Balques, Sinta
* Divisi Acara: Zalfa, Ridho
* Divisi PDD: Rindu, Nazel, Alia

Program kerja ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat dengan mengintegrasikan inovasi digital, pemberdayaan UMKM, dan kolaborasi bersama Komunitas Petani RW 03 Margorejo dalam mendukung pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.