Pringsewu – (4/4/2022) Mustika grup orkes dangdut nama bekennya. Kelompok musik dangdut ini beralamatkan di Pekon Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu, terbentuk di era tahun 1989-an, oleh salah seorang pecinta musik dangdut bernama Suhermanto atau lebih akrab disapa dengan panggilan E’eng.

Suhermanto menjelaskan, grup ini sempat melejit eksis dari tahun ke tahun, bahkan di tahun 1997, sering tampil hingga diluar kabupaten setempat.

Mustika grup, kini terbagi menjadi 2 personil, yaitu senior dan junior. Untuk senior, sudah terbentuk sejak berdirinya Orkes Mustika grup. Sedangkan untuk personil junior, dibentuk lebih kurang 4 tahun terakhir.

Kendati orkes Mustika grup terus bersaing dengan musik organ tunggal bahkan musik non dangdut, menurut dia, kelompok musik grup orkes ini tidak pernah vakum. Hanya dimasa pandemi Covid-19 ditahun 2020 hingga 2021, karena mentaati instruksi dan peraturan pemerintah tentang pembatasan interaksi sosial selama masa pandemi Covid-19.

Diakui olehnya, Mustika grup tidak terlalu eksis di Kabupaten Pringsewu. Namun, grup ini lebih dikenal di kabupaten Tanggamus hingga di kabupaten lainnya di Lampung. ” Grup kami ini tidak terlalu dipakai di kabupaten sendiri namun sering main di kabupaten Tanggamus bahkan di kabupaten lainnya di Lampung, “ujar Herman.

Herman mengaku, perhatian serta kepedulian Pemerintah Kabupaten setempat terhadap kelompok musik dangdut yang ia pimpin sejak bertahun-tahun ini tidak pernah ada. “Namun amat disayangkan, sejak berdirinya Kabupaten Pringsewu, grup kami ini sama sekali belum pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu,” kata Suherman.

Suhermanto berharap adanya campur tangan perhatian khususnya pemerintah setempat, karena grup ini di Kabupaten Pringsewu semakin bersaing dengan kelompok musik non dangdut.

” Kita pekerja seni harapannya untuk dangdut ini mohon diperhatikan. Ya mungkin musik orkes dangdut yang hingga sekarang ini masih bertahan di Kabupaten Pringsewu atau yang masih ada itu Mustika grup yang masih tersisa dan betul-betul masih eksis bahkan juga di Lampung, “pungkasnya.(Bust)